Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Sidoarjo

Grebeg Suro dan Wayang Kulit Gagrag Porongan: Merajut Kebudayaan, Menyatukan Hati

  • 20 Juli 2025
  • 152 kali

"Grebeg Suro dan Wayang Kulit Gagrag Porongan: Merajut Kebudayaan, Menyatukan Hati"

Pada malam yang penuh makna, 19 Juli 2025, Balai Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, menjadi panggung pembuka rangkaian pagelaran Wayang Kulit Gagrag Porongan yang akan digelar di 12 desa sepanjang tahun.

Acara resmi dibuka oleh Kabid Kebudayaan dan Pengembangan Bahasa Sastra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Ibu Hj. Sukartini, S.Pd., M.Pd., yang sekaligus menandai dimulainya kirab budaya Grebeg Suro—sebuah simbol semangat pelestarian tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal.

Sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai, masyarakat Desa Sidokepung bersama komunitas budaya melakukan kirab budaya menuju Makam Mbah Sapu Jagat. Dalam suasana penuh khidmat, mereka bersama-sama menggelar doa sebagai bentuk harapan akan keselamatan dan kemakmuran, khususnya bagi Kabupaten Sidoarjo dan Desa Sidokepung.

Pertunjukan perdana menghadirkan lakon Dewa Ruci yang dibawakan dengan apik oleh Dalang Ki Sholeh dan Ki Joko Supriyanto, menghadirkan filosofi mendalam tentang pencarian hakikat sejati manusia. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Buduran, Plt. Sekdin Perpustakaan dan Arsip, Kepala Desa Sidokepung beserta jajaran, serta Forkopimka Buduran, yang bersama-sama mendukung upaya pelestarian seni tradisi.

Dalam harmoni gamelan dan irama cerita, masyarakat diajak menyelami nilai kebijaksanaan dan spiritualitas leluhur yang tetap relevan di era kini. Semangat budaya terus kita rawat, karena budaya adalah akar yang menguatkan langkah kita ke depan.

#GrebegSuro2025 #WayangKulitPorongan #BudayaSidoarjo #CeritaDewaRuci #SidoarjoBerbudaya #PelestarianTradisi